Cerita SBMPTN dari Gorontalo


Sumber
Perkenalkan nama saya Mohamad Rizaldi Halid, Sekolah di SMKN 1 Kota Gorontalo. Kali ini saya mau berbagi pengalaman pada saat saya mengikuti Ujian SBMPTN. Untuk melanjutkan dari SMA/SMK ke Perguruan tinggi Negeri, kita harus mengikuti SNMPTN dan SBMPTN. SNMPTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, sedangkan SBMPTN adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Jadi begini teman-teman. Di daerah saya, tepatnya di Gorontalo, Ujian SBMPTN itu dilaksanakan di salah satu Universitas Negeri di daerah saya. Pada saat saya mengikuti ujian, saya melihat soal-soal ujiannya itu susaaaahhhhh SEKALI. Soal SAINTEK lebih susah 5 kali lipat dibandingkan UN, SUMPAH!!!

Bagaimana soalnya tidak susah coba? Sebagian 90% Soal Saintek Ujian SBMPTN itu, tidak ada materi yang membahas di dalam soal tersebut. Soal yang membahas tentang SAINTEK ada, tapi itu hanya dasar saja yang kami pelajari waktu saya sekolah di SMK di daerah saya. Bagaimana kita mau lulus SBMPTN, kalau soal SBMPTNnya susah-susah? Kami di SMK lebih di utamakan praktek di banding teori, tak heran kalo anak-anak SMK itu hebat-hebat, tapi sayang, pemerintah tidak sadar akan hal itu.

Kami anak SMK Menomorduakan Pelajaran Pengetahuan Umum. Karena kita anak SMK lebih ke KERJA dan PRAKTEK. Tak heran kenapa anak SMK itu hebat-hebat pisan. SMK BISA !!!

Siswa/siswi di SMK daerah saya, Gorontalo, yang tidak lulus dalam SNMPTN, banyak sekali yang ingin sekali melajutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di luar daerah Gorontalo, BANYAK!!! termasuk saya, heheheh.. tapi sayang mimpi mereka harus terhenti karena seleksi-seleksi tersebut.

Sekian dulu dari saya, suara dari Gorontalo.
Semoga seleksi masuk di perguruan tinggi kedepannya akan lebih baik lagi.
Salam Hormat. RH.